Gerimis Romantis

Posted on

Duduk santai di sore hari. Di luar masih hujan, tapi tidak deras, hanya gerimis. Rintik-rintik itu membasahi halamanku. Mendatangi tanah yang sudah haus seharian ini, rerumputan pun sudah gerah ingin segera mandi, daun-daun di atas pohon itu juga ikut menari-nari geirangan diikuti irama angin yang membasuhinya. Hmm senang sekali rasanya.

Kota ini semakin-hari semakin panas, entah karena apa.. ya sebenarnya aku tau kenapa, tapi rasanya malas untuk mengungkapkannya. Rasanya biarlah untuk saat ini hanya aku yang tau. Sore ini ditemani secangkir teh hangat, bersama buku di pangkuanku, ingin pada moment ini saja aku terlarut dalam diriku sendiri. Melupakan semua masalah. Ah, banyak sekali ternyata masalahku. Masalah keluarga, masalah kampus, masalah akademik, masalah organisasi, teman, sampai hal paling konyol yaitu cinta. Ingin rasanya menangis, tapi untuk apa? kalau air mataku habis kan repot.Yasudahlah tertawakan saja, hahaha.

Aku sedang jatuh cinta saat ini.

Tapi bukan cinta yang penuh luka dan air mata. Cintaku ini sangat mudah datang dan pergi, sangat sederhana, simple, mudah, dan biaya ringan. Karena kesederhanaanya, semua orang dibumi ini pasti pernah merasakannya.

Ya, aku jatuh cinta pada moment ini.

Momment dimana hanya ada aku dan kau, jadi tolong jangan diganggu. Saat ini aku hanya ingin bersama diriku dan sang langit yang sedang berpuisi dengan indahnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s